Welcome to my blog ^^ welcome to my blog ^^

Senin, 26 September 2011

Sebuah Kata Terakhir di Buku DiarikU




Dear diary,17 November 2010
            Pagi hari ini aku berangkat lebih pagi dari biasanya.Dengan mengenakan sepeda ontelku aku melaju dengan kencang menuju sekolahku.Saat mengayuh sepedaku kucoba merasakan desiran angin dan kicauan burung,aku pun tersenyum.Karena hari ini aku akan bertemu dengan pujaan hatiku.Mungkin setelah lulus smu nanti,aku tidak akan bisa bertemu lagi dengan dia,jujur aku pun belum pernah menyapa dia..
Hari ini tekadku sudah bulat,akan kucoba untuk menyapa dia..
                                                                        -----

“ Hey lana! ”Teriak teman ku memekakkan telinga.
“ Duh ada apa sih?budek nie gw ” jawab aku dengan ketus.
“ ehh lo tau nga Lan sih Gary,gebetan lo itu kemaren aja katanya masuk rumah sakit,gara-gara penyakit seriusss!!”
“ Apa??”Emangnya dia kenapa Sar??” tanya aku dengan ekspresi terkejut.
“ Gw nga tau juga,lo nga nengokkin Lan?”
“Emm,gw pingin sih Sar.”jawab aku dengan ragu.”Tapi kan gw lum pernah nyapa dia,aneh nga yah?”
“ Yah nga juga sie,kita kan sekelas,lagian lo ini gimana sih bukannya nyapa dia “
“ Gw pingin sih,tapi gw ga berani..”
“ Klo kaya gini kan ribet tuh Lan,apalagi sebentar lagi kita mau lulus smu,lo yakin selamanya bakal gini,lagian udah berapa lama lo suka sama dia?”
“ Udah 2 tahun sih ”
“ Nahh,masa lo ga penasaran sie Lan,ayo coba jenguk dia”
“ Berdua yah..,hehe”
“ Gw lagi ga sempet  Lan,lo sendiri aja yah ”

-----


Dear Diary,18  november 2010
            Diary ku sayang hari ini aku akan mencoba datang untuk menjenguk Gary,dengan kue dan kartu ucapan agar cepat sembuh yang kubuat hingga semalaman.Beserta modal tekad dan keberanian aku akan mencoba untuk bisa berani mewujudkan impian aku selama ini.Aku sudah 2 tahun suka pada dirinya dan selama ini cuma bisa menutup diri dan tidak berani menyapa dia.Dan hari ini aku cuma berharap pada Guardian Angelku untuk menjadikan hari ini menyenangkan,semoga ada keajaiban..

                                                                        -----

           

Dengan tegang,aku mencoba menyusuri tangga rumah sakit,kuperhatikan lorong-lorongnya serta lantainya yang berwarna putih.Saat berjalan kuperhatikan seorang kakek yang sedang bercanda dengan anak kecil,dan dengan senyumnya yang hangat bercanda sambil memeluk anak kecil tersebut.Seketika akupun teringat pada kakekku yang sudah meninggal.Teringat pada ucapannya “ Sayangku,Lana hiduplah untuk berguna bagi orang banyak.Suatu saat nanti jadilah bintang yang bersinar di antara orang banyak,karena dengan begitu maka kamu berbeda dari orang lain.”
“Apa maksudnya berbeda kakek?”tanyaku waktu itu penasaran dengan pernyataan kakekku.
“ Suatu saat nanti kamu akan menemukan jawabannya sayangku”
Dan 2 hari setelah itu kakekku pun meninggal dunia,dia hanya meninggalkan aku sebuah kata yang sampai saat ini mungkin belum aku coba mulai lakukan.Dan aku pun berjanji untuk mencoba mewujudkannya suatu saat nanti.
Sesaat kemudian akupun memfokuskan kembali untuk bertemu dengan Gary.Dengan langkah pelan akupun tiba didepan pintu ruangannya.Dengan pelan-pelan kubuka pintunya,dan sekilas aku melihat siluet Gary yang sedang duduk termenung di ranjangnya dengan wajah pucat sambil menatap jendela dengan pandangan kosong.
            “ Haiii G..ar..y” sapa aku dengan gugup.
            “ emm,siapa yah?”tanya Gary yang sepertinya tidak mengenaliku.
            “ Ini gue Lana,kita teman sekelas ”
“ ohh,iya gw inget,ngomong-ngomong tumben lo jenguk gw,bukannya kita ngga pernah ngobrol di kelas yah ”
            “ iyah sih,tapi kita kan uda cukup lama sekelas kayaknya aneh kalo gw ga pernah nyapa atau ngobrol sama lo,makanya sebelum lulus gw pingin deket sama semua teman sekelas”
            “ oh bagus deh,gw pikir lo sombong loh.,hehe”
            “ masa sih,ini kan gw uda jenguk loh,jadi baik hati kan gw.”jawab aku sambil bercanda.
            “ haha,iya deh” jawab dia sambil tertawa memperlihatkan wajahnya yang manis.
            “ oh iya kalo boleh tau,lo kena penyakit apa yah Gar? ” tanya aku penasaran.
            “ emm ini gw cuma kena darah rendah kok,karena gue terlalu capek ”
            “ ohh kalo begitu cepet sembuh yah Gar,ngomong-ngomong kemana ortu lo?”
            “ mereka lagi keluar Lan,bentar lagi juga bakal datang kok”
            “ klo begitu gw pulang dulu yah Gar,takut ortu gue khawatir klo kelamaan”
            “ ok..thanks yah Lana”
            “ iya,cepet ssembuh yah,jangan kecapekkan,banyak istirahat ” kata aku sambil menyemangati Gary.

            Setelah pamit dengan Garry,lalu akupun pulang kembali menuju rumah.Hari itu aku bahagia karena dapat bertemu dengan orang yang kusuka dan mengobrol dengannya pertama kali.

                                                                        -----

Kemarin adalah hari yang menyenangkan buat aku dan sekarang kuputuskan untuk bertemu dengan Garry setiap hari,tidak terasa sudah seminggu berlalu dan sejak itu kita pun menjadi dekat.Tetapi aku merasa aneh karena sudah lama Garry tidak juga keluar dari rumah sakit dan kembali bersekolah,setiap kali aku bertanya dia menjawab karena masih harus beristirahat dan terkadang hanya bisa diam tanpa menjawab satu katapun.
            Suatu hari saat aku ingin berkunjung menemui Garry,ketika ingin membuka pintu ruangannya,tak sengaja kumendengar suatu percakapan yang membuat aku terkejut dan kaget.
            “ Sayang,penyakit kamu kan belum sembuh,kamu harus tetap di rumah sakit yah”
            “ Buat apa ma,aku tau aku ga akan pernah sembuh,papa meninggal karena penyakit ini kan ma?” saat itu aku mulai mendengar suara Garry yang parau dan terdengar sedih.
            “ Sayang,kamu harus percaya kamu bisa sembuh,mama akan selalu ada disini sampai kapanpun,menemanimu “ kumelihat pelukkan mama Garry yang dengan hangat memeluk Garry.
            “ kamu pasti sembuh sayang”desisnya lagi berusaha menyemangati Garry.
Dan saat itu kumendengar pertama kalinya isakkan Garry,dia menangis dan itu membuatku merasa sangat sedih.
            Dengan langkah gontai aku pun memutuskan untuk kembali ke rumah.

                                                                        ----

Dear Diary,27 November 2010
            Halo Diary,sudah lama banget yah ga nulis.Tadi aku baru saja bertemu dengan Garry.Dan jujur aku sedih banget ngeliat dia nangis Diary,kira-kira dia kena penyakit apa yah,aku takut terjadi apa-apa dengan dia.Tuhan tolong apapun yang terjadi pada Garry,tolong berikanlah dia kesembuhan dan semangat.Andaikan aku bisa menolongnya yah Tuhan.
            Sebelum tidur aku melihat bintang-bintang di langit dan saat itu kuperhatikan bintang yang bersinar terang diantara gelapnya malam.Kuteringat ucapan kakek dan aku cuma bisa bilang di dalam hatiku”kakek,mulai sekarang aku akan menjadi bintang yang bersinar,dan aku akan mencoba membantu Garry “

                                                                        ----

Hari ini sehabis pulang sekolah aku memutuskan untuk menjenguk Garry.Akupun mampir ke sebuah toko ,membeli kue kering untuk Garry.Sesudah itu aku pergi ke rumah sakit dengan sepeda ontelku sambil berharap semoga hari ini aku bisa membuat dia bersemangat.Akupun tiba di rumah sakit dan berjalan menuju arah ruangan kamar Garry,saat masuk aku melihat mama Garry yang sedang menemani Garry yang sedang tertidur dengan wajah yang terlihat lelah dan mulai tirus.
                        “Sore tante” sapa aku sopan
                        “ Ohh sore,kamu teman Garry yah? “ tanya mama Garry dengan wajah ramahnya.
                        “ Iya tante,nama saya Lana.Saya mengunjungi Garry seminggu ini tapi jarang sekali melihat tante karena biasanya saya datang sebentar hanya untuk melihat keadaan Garry”jawab aku dengan nada pelan
                        “ Hemm,terima kasih yah Lana,cuma kamu yang rajin besuk Garry loh,teman-teman Garry aja jarang kesini”
                        “ Masa tante?”tanya aku tidak percaya.” Saya khawatir dengan kondisi Garry tante” jawab aku lagi
                        “ Makasih yah Lan,Garry saat ini sangat lemah sekali,dia butuh dukungan juga dari kawan-kawannya”
                        “ iya tante,saya akan coba semangati dia setiap hari yah,hehe”
                        “ oh iya ini kue untuk Garry yah tante “sahut aku lagi sambil menyodorkan kue yang sudah dibungkus dengan pita merah.
                        “ terima kasih banyak yah Lan,sebenarnya ga usah repot-repot lohh”
                        “ iya nga apa-apa kok,ngomong-ngomong kalo saya boleh tau,Garry ini kena penyakit apa yah tante?”
                        “ masalah ini sangat private sekali Lana” sesaat kumelihat mama Garry termenung memikirkan sesuatu “ tapi tante percaya sama kamu,tolong jangan bocorkan ini ke siapa pun” ujarnya lagi dengan mimik wajah serius.
                        “ baik tante,saya janji”
Saat itu kumelihat tatapan wajah mama Garry yang berubah menjadi sedih dan muram,sambil berusaha menghembuskan napasnya,mama Garry pun menceritakan sesuatu hal yang membuat aku sangat terkejut.
                        “Lana.. tante mau bilang kalo Garry itu sebenarnya terkena penyakit genetik dari papanya,dia terkena Ataksia,penyakit yang langka dan belum ditemukan obatnya,saat ini dia memang masih normal “ ujarnya dengan wajah ingin menangis dan kumelihat kekalutan dimatanya,kamipun terdiam sejenak hingga ia melanjutkan kembali perkataannya “ ta..tapi kemudian dia akan sulit berjalan,menulis dan berbicara” ujar nya dengan raut wajah sedih sambil menoleh ke arah Garry yang sedang tertidur.
                        “ Apa tante,apakah itu benar??apakah Garry masih bisa sembuh?” tanya aku terkejut.
                        “ saat ini tante belum bisa menjamin apapun Lana,tante cuma bisa menunggu keajaiban” ujarnya dengan air mata mulai menetes.
                        “ tapii,tapii tante masih bisa membawanya ke luar negri kan tante untuk berobat,tante masih bisa berusaha kan untuk Garry.”
                        “ Lana,tante tidak bisa berbuat apa-apa,cuma Tuhan yang bisa.Karena dulu papa Garry meninggal di pangkuan tante,dengan kondisi tidak berdaya sama sekali.Meskipun tante membawanya kemanapun,tidak ada yang bisa menyembuhkannya,tante takut sekali”ujarnya terisak.
                        “ tante,saya memang nga bisa ngerasain apa yang tante rasakan,tapi tante harus kuat,agar bisa menyemangati Garry terus,saya akan coba membantu tante,dan berdoa untuk Garry” ujarku berusaha menyemangati sambil mengenggam tangannya dengan penuh kelembutan.


            Tak lama kemudian aku pun mendengar suara Garry yang mulai terbangun.
                        “ Lana,lo baru datang yah,kok ga bangunin gw sih”ujar Garry dengan wajah terkantuk-kantuk.
                        “ehh sory gar,gw baru aja datang kok”
                        “ lohh kok mama nangis,kenapa ma?” tanya Garry dengan wajah penasaran dan bingung.
                        “ mama nga kenapa-kenapa kok,hanya capek.Gimana klo kamu dan Lana jalan-jalan keluar?”
                        “ bolehh!!” jawab aku bersemangat.
           
Lalu akupun mengajak Garry dengan kursi rodanya untuk berjalan-jalan di taman rumah sakit.Kamipun melihat bunga-bunga dan rerumputan maupun pohon-pohon yang hijau dan asri.Sesaat kumerasakan angin yang semilir bertiup ke arahku,rasanya sejuk sekali.
            “ Lan,gue mau nanya sesuatu”sahut Garry tiba-tiba
            “ Ada apa Gar?”
            “ gue mau nanya Lan,kenapa kok lo sering banget jenguk gue?”
            “ emm kan gue udah bilang karena gue mau deket sama teman sekelas gue”ujar aku.
            “ bener cuma itu?” tanyanya penasaran
            “ iya,bener kok,lagian gue suka bantuin orang kok disaat susah”jawab aku sambil tersenyum.
            “ makasih yah Lan”
            “lan..”sahut Garry lagi dengan pandangan wajahnya yang serius dan matanya yang dalam.
            “ iya,ada apa Gar?”.
            “ Lan gue tau apa yang tadi lo omongin sama mama gue,bukan berarti gue marah Lan,tapi gue cuma berharap kita bisa menjadi teman dekat walau dengan kondisi gue ini”ujar Garry dengan pandangan matanya yang sayu dan bicaranya yang tegas,kurasakan ketulusan dari perkataannya itu.
            “ Garry ”desis aku dengan nada lembut ” mungkin kita baru dekat saat-saat ini,meski dengan kondisi lo yang seperti apapun,gue berjanji untuk menemani lo,karena seorang teman yang baik,pasti akan menemani sampai kapanpun kan”ujar aku sambil mengenggam tangannya dan tersenyum.
            “ dan jangan menyerah sampai kapanpun dengan keadaan lo yah Gar”ujar aku lagi.
            “ Ok bu Lana”ujarnya sambil tersenyum dengan gerakan jempol tangannya yang terangkat.

                                                            -----



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Senin, 26 September 2011

Sebuah Kata Terakhir di Buku DiarikU




Dear diary,17 November 2010
            Pagi hari ini aku berangkat lebih pagi dari biasanya.Dengan mengenakan sepeda ontelku aku melaju dengan kencang menuju sekolahku.Saat mengayuh sepedaku kucoba merasakan desiran angin dan kicauan burung,aku pun tersenyum.Karena hari ini aku akan bertemu dengan pujaan hatiku.Mungkin setelah lulus smu nanti,aku tidak akan bisa bertemu lagi dengan dia,jujur aku pun belum pernah menyapa dia..
Hari ini tekadku sudah bulat,akan kucoba untuk menyapa dia..
                                                                        -----

“ Hey lana! ”Teriak teman ku memekakkan telinga.
“ Duh ada apa sih?budek nie gw ” jawab aku dengan ketus.
“ ehh lo tau nga Lan sih Gary,gebetan lo itu kemaren aja katanya masuk rumah sakit,gara-gara penyakit seriusss!!”
“ Apa??”Emangnya dia kenapa Sar??” tanya aku dengan ekspresi terkejut.
“ Gw nga tau juga,lo nga nengokkin Lan?”
“Emm,gw pingin sih Sar.”jawab aku dengan ragu.”Tapi kan gw lum pernah nyapa dia,aneh nga yah?”
“ Yah nga juga sie,kita kan sekelas,lagian lo ini gimana sih bukannya nyapa dia “
“ Gw pingin sih,tapi gw ga berani..”
“ Klo kaya gini kan ribet tuh Lan,apalagi sebentar lagi kita mau lulus smu,lo yakin selamanya bakal gini,lagian udah berapa lama lo suka sama dia?”
“ Udah 2 tahun sih ”
“ Nahh,masa lo ga penasaran sie Lan,ayo coba jenguk dia”
“ Berdua yah..,hehe”
“ Gw lagi ga sempet  Lan,lo sendiri aja yah ”

-----


Dear Diary,18  november 2010
            Diary ku sayang hari ini aku akan mencoba datang untuk menjenguk Gary,dengan kue dan kartu ucapan agar cepat sembuh yang kubuat hingga semalaman.Beserta modal tekad dan keberanian aku akan mencoba untuk bisa berani mewujudkan impian aku selama ini.Aku sudah 2 tahun suka pada dirinya dan selama ini cuma bisa menutup diri dan tidak berani menyapa dia.Dan hari ini aku cuma berharap pada Guardian Angelku untuk menjadikan hari ini menyenangkan,semoga ada keajaiban..

                                                                        -----

           

Dengan tegang,aku mencoba menyusuri tangga rumah sakit,kuperhatikan lorong-lorongnya serta lantainya yang berwarna putih.Saat berjalan kuperhatikan seorang kakek yang sedang bercanda dengan anak kecil,dan dengan senyumnya yang hangat bercanda sambil memeluk anak kecil tersebut.Seketika akupun teringat pada kakekku yang sudah meninggal.Teringat pada ucapannya “ Sayangku,Lana hiduplah untuk berguna bagi orang banyak.Suatu saat nanti jadilah bintang yang bersinar di antara orang banyak,karena dengan begitu maka kamu berbeda dari orang lain.”
“Apa maksudnya berbeda kakek?”tanyaku waktu itu penasaran dengan pernyataan kakekku.
“ Suatu saat nanti kamu akan menemukan jawabannya sayangku”
Dan 2 hari setelah itu kakekku pun meninggal dunia,dia hanya meninggalkan aku sebuah kata yang sampai saat ini mungkin belum aku coba mulai lakukan.Dan aku pun berjanji untuk mencoba mewujudkannya suatu saat nanti.
Sesaat kemudian akupun memfokuskan kembali untuk bertemu dengan Gary.Dengan langkah pelan akupun tiba didepan pintu ruangannya.Dengan pelan-pelan kubuka pintunya,dan sekilas aku melihat siluet Gary yang sedang duduk termenung di ranjangnya dengan wajah pucat sambil menatap jendela dengan pandangan kosong.
            “ Haiii G..ar..y” sapa aku dengan gugup.
            “ emm,siapa yah?”tanya Gary yang sepertinya tidak mengenaliku.
            “ Ini gue Lana,kita teman sekelas ”
“ ohh,iya gw inget,ngomong-ngomong tumben lo jenguk gw,bukannya kita ngga pernah ngobrol di kelas yah ”
            “ iyah sih,tapi kita kan uda cukup lama sekelas kayaknya aneh kalo gw ga pernah nyapa atau ngobrol sama lo,makanya sebelum lulus gw pingin deket sama semua teman sekelas”
            “ oh bagus deh,gw pikir lo sombong loh.,hehe”
            “ masa sih,ini kan gw uda jenguk loh,jadi baik hati kan gw.”jawab aku sambil bercanda.
            “ haha,iya deh” jawab dia sambil tertawa memperlihatkan wajahnya yang manis.
            “ oh iya kalo boleh tau,lo kena penyakit apa yah Gar? ” tanya aku penasaran.
            “ emm ini gw cuma kena darah rendah kok,karena gue terlalu capek ”
            “ ohh kalo begitu cepet sembuh yah Gar,ngomong-ngomong kemana ortu lo?”
            “ mereka lagi keluar Lan,bentar lagi juga bakal datang kok”
            “ klo begitu gw pulang dulu yah Gar,takut ortu gue khawatir klo kelamaan”
            “ ok..thanks yah Lana”
            “ iya,cepet ssembuh yah,jangan kecapekkan,banyak istirahat ” kata aku sambil menyemangati Gary.

            Setelah pamit dengan Garry,lalu akupun pulang kembali menuju rumah.Hari itu aku bahagia karena dapat bertemu dengan orang yang kusuka dan mengobrol dengannya pertama kali.

                                                                        -----

Kemarin adalah hari yang menyenangkan buat aku dan sekarang kuputuskan untuk bertemu dengan Garry setiap hari,tidak terasa sudah seminggu berlalu dan sejak itu kita pun menjadi dekat.Tetapi aku merasa aneh karena sudah lama Garry tidak juga keluar dari rumah sakit dan kembali bersekolah,setiap kali aku bertanya dia menjawab karena masih harus beristirahat dan terkadang hanya bisa diam tanpa menjawab satu katapun.
            Suatu hari saat aku ingin berkunjung menemui Garry,ketika ingin membuka pintu ruangannya,tak sengaja kumendengar suatu percakapan yang membuat aku terkejut dan kaget.
            “ Sayang,penyakit kamu kan belum sembuh,kamu harus tetap di rumah sakit yah”
            “ Buat apa ma,aku tau aku ga akan pernah sembuh,papa meninggal karena penyakit ini kan ma?” saat itu aku mulai mendengar suara Garry yang parau dan terdengar sedih.
            “ Sayang,kamu harus percaya kamu bisa sembuh,mama akan selalu ada disini sampai kapanpun,menemanimu “ kumelihat pelukkan mama Garry yang dengan hangat memeluk Garry.
            “ kamu pasti sembuh sayang”desisnya lagi berusaha menyemangati Garry.
Dan saat itu kumendengar pertama kalinya isakkan Garry,dia menangis dan itu membuatku merasa sangat sedih.
            Dengan langkah gontai aku pun memutuskan untuk kembali ke rumah.

                                                                        ----

Dear Diary,27 November 2010
            Halo Diary,sudah lama banget yah ga nulis.Tadi aku baru saja bertemu dengan Garry.Dan jujur aku sedih banget ngeliat dia nangis Diary,kira-kira dia kena penyakit apa yah,aku takut terjadi apa-apa dengan dia.Tuhan tolong apapun yang terjadi pada Garry,tolong berikanlah dia kesembuhan dan semangat.Andaikan aku bisa menolongnya yah Tuhan.
            Sebelum tidur aku melihat bintang-bintang di langit dan saat itu kuperhatikan bintang yang bersinar terang diantara gelapnya malam.Kuteringat ucapan kakek dan aku cuma bisa bilang di dalam hatiku”kakek,mulai sekarang aku akan menjadi bintang yang bersinar,dan aku akan mencoba membantu Garry “

                                                                        ----

Hari ini sehabis pulang sekolah aku memutuskan untuk menjenguk Garry.Akupun mampir ke sebuah toko ,membeli kue kering untuk Garry.Sesudah itu aku pergi ke rumah sakit dengan sepeda ontelku sambil berharap semoga hari ini aku bisa membuat dia bersemangat.Akupun tiba di rumah sakit dan berjalan menuju arah ruangan kamar Garry,saat masuk aku melihat mama Garry yang sedang menemani Garry yang sedang tertidur dengan wajah yang terlihat lelah dan mulai tirus.
                        “Sore tante” sapa aku sopan
                        “ Ohh sore,kamu teman Garry yah? “ tanya mama Garry dengan wajah ramahnya.
                        “ Iya tante,nama saya Lana.Saya mengunjungi Garry seminggu ini tapi jarang sekali melihat tante karena biasanya saya datang sebentar hanya untuk melihat keadaan Garry”jawab aku dengan nada pelan
                        “ Hemm,terima kasih yah Lana,cuma kamu yang rajin besuk Garry loh,teman-teman Garry aja jarang kesini”
                        “ Masa tante?”tanya aku tidak percaya.” Saya khawatir dengan kondisi Garry tante” jawab aku lagi
                        “ Makasih yah Lan,Garry saat ini sangat lemah sekali,dia butuh dukungan juga dari kawan-kawannya”
                        “ iya tante,saya akan coba semangati dia setiap hari yah,hehe”
                        “ oh iya ini kue untuk Garry yah tante “sahut aku lagi sambil menyodorkan kue yang sudah dibungkus dengan pita merah.
                        “ terima kasih banyak yah Lan,sebenarnya ga usah repot-repot lohh”
                        “ iya nga apa-apa kok,ngomong-ngomong kalo saya boleh tau,Garry ini kena penyakit apa yah tante?”
                        “ masalah ini sangat private sekali Lana” sesaat kumelihat mama Garry termenung memikirkan sesuatu “ tapi tante percaya sama kamu,tolong jangan bocorkan ini ke siapa pun” ujarnya lagi dengan mimik wajah serius.
                        “ baik tante,saya janji”
Saat itu kumelihat tatapan wajah mama Garry yang berubah menjadi sedih dan muram,sambil berusaha menghembuskan napasnya,mama Garry pun menceritakan sesuatu hal yang membuat aku sangat terkejut.
                        “Lana.. tante mau bilang kalo Garry itu sebenarnya terkena penyakit genetik dari papanya,dia terkena Ataksia,penyakit yang langka dan belum ditemukan obatnya,saat ini dia memang masih normal “ ujarnya dengan wajah ingin menangis dan kumelihat kekalutan dimatanya,kamipun terdiam sejenak hingga ia melanjutkan kembali perkataannya “ ta..tapi kemudian dia akan sulit berjalan,menulis dan berbicara” ujar nya dengan raut wajah sedih sambil menoleh ke arah Garry yang sedang tertidur.
                        “ Apa tante,apakah itu benar??apakah Garry masih bisa sembuh?” tanya aku terkejut.
                        “ saat ini tante belum bisa menjamin apapun Lana,tante cuma bisa menunggu keajaiban” ujarnya dengan air mata mulai menetes.
                        “ tapii,tapii tante masih bisa membawanya ke luar negri kan tante untuk berobat,tante masih bisa berusaha kan untuk Garry.”
                        “ Lana,tante tidak bisa berbuat apa-apa,cuma Tuhan yang bisa.Karena dulu papa Garry meninggal di pangkuan tante,dengan kondisi tidak berdaya sama sekali.Meskipun tante membawanya kemanapun,tidak ada yang bisa menyembuhkannya,tante takut sekali”ujarnya terisak.
                        “ tante,saya memang nga bisa ngerasain apa yang tante rasakan,tapi tante harus kuat,agar bisa menyemangati Garry terus,saya akan coba membantu tante,dan berdoa untuk Garry” ujarku berusaha menyemangati sambil mengenggam tangannya dengan penuh kelembutan.


            Tak lama kemudian aku pun mendengar suara Garry yang mulai terbangun.
                        “ Lana,lo baru datang yah,kok ga bangunin gw sih”ujar Garry dengan wajah terkantuk-kantuk.
                        “ehh sory gar,gw baru aja datang kok”
                        “ lohh kok mama nangis,kenapa ma?” tanya Garry dengan wajah penasaran dan bingung.
                        “ mama nga kenapa-kenapa kok,hanya capek.Gimana klo kamu dan Lana jalan-jalan keluar?”
                        “ bolehh!!” jawab aku bersemangat.
           
Lalu akupun mengajak Garry dengan kursi rodanya untuk berjalan-jalan di taman rumah sakit.Kamipun melihat bunga-bunga dan rerumputan maupun pohon-pohon yang hijau dan asri.Sesaat kumerasakan angin yang semilir bertiup ke arahku,rasanya sejuk sekali.
            “ Lan,gue mau nanya sesuatu”sahut Garry tiba-tiba
            “ Ada apa Gar?”
            “ gue mau nanya Lan,kenapa kok lo sering banget jenguk gue?”
            “ emm kan gue udah bilang karena gue mau deket sama teman sekelas gue”ujar aku.
            “ bener cuma itu?” tanyanya penasaran
            “ iya,bener kok,lagian gue suka bantuin orang kok disaat susah”jawab aku sambil tersenyum.
            “ makasih yah Lan”
            “lan..”sahut Garry lagi dengan pandangan wajahnya yang serius dan matanya yang dalam.
            “ iya,ada apa Gar?”.
            “ Lan gue tau apa yang tadi lo omongin sama mama gue,bukan berarti gue marah Lan,tapi gue cuma berharap kita bisa menjadi teman dekat walau dengan kondisi gue ini”ujar Garry dengan pandangan matanya yang sayu dan bicaranya yang tegas,kurasakan ketulusan dari perkataannya itu.
            “ Garry ”desis aku dengan nada lembut ” mungkin kita baru dekat saat-saat ini,meski dengan kondisi lo yang seperti apapun,gue berjanji untuk menemani lo,karena seorang teman yang baik,pasti akan menemani sampai kapanpun kan”ujar aku sambil mengenggam tangannya dan tersenyum.
            “ dan jangan menyerah sampai kapanpun dengan keadaan lo yah Gar”ujar aku lagi.
            “ Ok bu Lana”ujarnya sambil tersenyum dengan gerakan jempol tangannya yang terangkat.

                                                            -----



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Toelcake souvenir Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipietoon Blogger Template Image by Online Journal