Welcome to my blog ^^ welcome to my blog ^^

Jumat, 25 Februari 2011

Antara Aku,Bintang,dan Dia( part 1)

Pagi hari yang dingin,di suatu tempat apartemen di Adelaide,Australia sambil menikmati sepiring sandwich untuk sarapan pagiku,kucoba untuk menggunting tiap foto kenanganku bersama dirinya.Kucoba untuk mengatur tanganku agar bisa memotong dengan tepat,setiap kali kucoba berusaha untuk mengaturnya semakin sulit buat aku untuk bisa mengaturnya sesuai yang aku inginkan.Sudah berbutir-butir obat dan pil yang aku minum,tapi tidak bisa menyembuhkan penyakitku.Enam bulan lalu aku baru mengetahui penyakit ini setelah dokter mendiagnosa secara serius penyakitku.
Seringkali aku susah tidur,mengalami nyeri pada punggung,leher,bahu,atau pinggangku dan kadangkala tanganku mengalami tremor atau gemetar secara tiba-tiba.Saat itu aku tahu bahwa ada yang tak beres di tubuhku,dan kuingat bahwa sejarah dalam keluargaku yang pernah terkena penyakit ini ”Parkinson” suatu penyakit saraf yang menyebabkan menurunnya kemampuan bergerak manusia,secara bertahap dan pada akhirnya akan bertambah parah.Tak bisa dipungkiri dan terkejutnya aku ketika harus menerima kenyataan ini di dalam hidupku.
Foto demi foto dirinya aku pajang di setiap dinding kamarku,kuperhatikan senyum,dan wajahnya yang tampan,”Josh sayangku maafkan aku yang telah memutuskan untuk pergi darimu” sejenak ingatanku kembali ketika terakhir kali aku memutuskan untuk berpisah dengan Josh.
“Lisa,please! Sayang,jangan pergi dari aku,aku enggak bisa hidup tanpa kamu honey.” ujar Josh memohon padaku dan terlihat raut mukanya yang sedih dan kecewa setelah mendengar pernyataanku untuk berpisah darinya.
“Maafkan aku sayang,tapi kumohon carilah wanita yang normal.Diluar sana banyak wanita yang lebih cantik dan normal dari aku!” jawab aku dengan mata ingin menangis.
“Jangan karena penyakit ini,kamu memutuskan aku Lis,buat apa kebersamaan kita selama 4 tahun,bukankah kita pernah berjanji untuk selalu bersama ketika ada salah satu dari kita tertimpa masalah?“ ujarnya sambil mengenggam tanganku.
“Saat nanti mungkin ketika penyakit ini bertambah parah,akankah aku bisa mengurusmu suatu saat sebagai kekasihmu,apakah aku bisa memasak untukmu,merapikan bajumu,aku takut tidak bisa menjadi pendamping yang baik untukmu.“ jawab aku dengan air mata mulai menetes di pipiku.
“Sayangku,apapun yang terjadi,aku akan selalu menjagamu,tidak ada satupun wanita yang bisa mengerti diriku selain kamu,kamu adalah semangat buat aku,saat pertama kita bersama aku sudah yakin bahwa engkaulah wanita terbaik didalam hidupku dan tidak ada yang bisa menggantikanmu,siapapun itu orangnya.” ujar Josh berusaha meyakinkan aku sambil menghapus airmataku.
“Tapi sayang…”
“Psttt,Lisa sampai kapanpun aku akan selalu menjagamu bahkan aku akan menggendongmu disaat kamu sudah sulit berjalan,karena aku mencintaimu Lis,sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu.” ujar Josh tiba-tiba memotong ucapanku dan menatapku lekat-lekat dan kulihat keseriusan dari wajahnya.
”Terima kasih Josh”batin aku.
Saat itu tidak ada hal yang lebih membahagiakan selain perkataan Josh yang dengan tulus menyayangiku,tapi aku tahu jika terlalu lama bersamanya maka hanya akan membuat dia menderita dengan keadaan aku ini,maka dengan berat hati akupun memutuskan untuk meninggalkan Josh 2 hari kemudian tanpa berpamitan dengannya,saat itu yang aku inginkan hanyalah agar dia bisa bahagia dan mencari wanita normal yang lebih baik dan bisa membahagiakan dirinya.Akupun memutuskan untuk pergi tanpa meninggalkan pesan apa pun pada Josh, bahkan aku tidak meninggalkan sedikitpun pesan pada teman-temanku,dan keluargaku  telah meninggal 5 tahun yang lalu.Aku cuma berharap dia tidak akan mencari aku.
Sekarang sudah enam bulan lamanya aku telah meninggalkan Josh,butuh enam jam dari Sydney,tempatku dulu bersama Josh menuju Adelaide dan kurasa dia tidak akan menemukan aku.Segala media komunikasi dengannya telah aku tutup rapat-rapat.Tak akan pernah kulupakan wajahnya yang tampan,rambutnya yang selalu dia belah pinggir dan alisnya yang selalu mengernyit setiap kali dia tertawa.Semua hadiah dari dirinya,syal sutra,gelang mutiara,dan satu hadiah yang berkesan di dalam hidup aku,piano musik kecil.Akupun lalu membuka piano kecil itu dan terdengar suara alunan merdu,lagu kenanganku saat kecil.Lagu tersebut sekilas membuka kenanganku kembali,saat bersama Josh.Air matakupun menetes sambil kunyanyikan lagu kesukaanku.
“Twinkle, twinkle, little star,How I wonder what you are.Up above the world so high,Like a diamond in the sky.Twinkle, twinkle, little star,How I wonder what you are”
x x x

“LISAAA….”teriak Josh tiba-tiba mengagetkan lamunanku di serambi rumahku.
“Aduhh Josh jangan teriak-teriak donk,aku lagi baca novel nie”ujar aku sedikit kesal sambil fokus membaca kembali.
“Lisaaa,,taraaaaa,”sahut Josh sambil menyodorkan suatu hadiah dari balik sakunya.
“Ini hadiah untuk kamu Lis,sebuah piano musik kecil.” ujarnya lagi penuh semangat.
Akupun tertegun sekaligus terkejut dengan hadiah yang dia berikan dari balik sakunya,sebuah piano kecil,dengan kedua sisinya yang bergagang perak berkilau.Lalu Josh pun menyuruhku untuk membuka piano kecil itu dan terdengar suara alunan lagu yang selalu aku dengar saat masa kecilku dulu.”Twinkle,twinkle little star..”
“Wahh indah sekali Josh.”ucap aku senang dan terkejut dengan hadiah yang Josh berikan.
“Sayang,bagaimana kamu tahu aku suka lagu ini?”tanya aku.
“Lisa,bukankah kamu pernah bilang saat kamu kecil dulu,ibumu sering menyanyikan lagu ini untukmu dan saat itu kamu sering melihat bintang-bintang dari jendela kamarmu,jadi kamu berharap bisa mendengarnya setiap saat,jadi aku belikan ini untukmu.”
“Terima kasih sayang,”ucap aku terharu dan dengan lembut kukecup pipinya.
“Josh seandainya bisa,aku ingin sekali bisa melihat bintang-bintang bersamamu di tempat yang paling tinggi,aku ingin melihatnya dari atas bangunan yang paling tinggi,aku ingin bisa melihat bintang-bintang itu lebih dekat.” ujarku sambil tersenyum.
“Suatu saat nanti,saat ulang tahunmu yang ke-28 aku janji akan pergi membawamu melihat bintang-bintang itu.”ujar Josh sambil memandang mataku dengan penuh kelembutan.
“Janji yah.” Jawabku dengan penuh semangat.
Lalu kamipun bertautan jari kelingking,tanda janji bersama untuk suatu hari nanti,di saat hari ulang tahunku bersama-sama melihat bintang di langit.
   x x x

Tinn...tinn...
Lamunanku pun buyar ketika mendengar bunyi klakson mobil di belakangku.Dengan perasaan terkejut akupun segera berjalan di samping trotoar.Karena terus melamun aku tidak tahu bahwa aku lagi berada di tengah jalan.Setiap hari aku hanya memikirkan Josh,dan sebenarnya aku merindukannya.Sulit bagiku untuk melupakannya,lagi-lagi aku melamunkan dia,batinku.
Dengan langkah gontai,akupun berjalan menyusuri setiap bangunan di depanku.Hari ini adalah hariku untuk menjalani terapi fisik,untuk mengurangi ketidakseimbangan kaki dan tanganku yang mulai merasakan kaku dan sakit.Bahkan untuk melakukan pekerjaan kecilpun agak sedikit sulit bagi aku untuk melakukannya.Tempat terapiku harus kutempuh dengan kereta api dan memakan waktu perjalanan sekitar 2 jam lamanya.Akupun menunggu di perberhentian kereta api berikutnya.
Sambil menunggu,akupun melihat-lihat sekitarku,kuamati papan iklan sebesar bilboard di depanku,bertuliskan ”Lisa,aku merindukanmu sayang.Aku harap bisa menemukanmu,tolong temui aku di Sydney Tower tgl 16 Nov jam 12 malam.Tertanda Josh,your love.”Dengan lekat kuamati kata-kata itu satu persatu,dengan sedikit bingung dan terkejut,tiba-tiba kurasakan pergumulan dalam hatiku.”Tgl 16Nov bukankah hari menjelang ulang tahunku?”tanyaku dalam hati.
”Josh,josh sayangku,tapi apakah benar dia Josh,pacarku.Seandainya benar aku tidak bisa bertemu lagi dengannya”.Perasaanku campur aduk ketika mendengar pesan itu,ingin rasanya dapat bertemu dengannya,tapi aku tahu bahwa aku ingin dia bahagia,maka itu aku harus melepaskannya.Tanpa sadar air matakupun menetes.
5 menit lamanya bagi aku terus memandangi pesan itu.Dari jauh kudengar suara pengumuman tanda kereta akan tiba.Akupun menyeka kembali airmataku dan kutunggu kereta menuju tempat perberhentianku.Dua jam lamanya menuju tempat terapiku dan sesudah menyelesaikan jadwal terapiku,akupun bergegas kembali ke apartemenku.Tanpa terasa hawa dingin menusuk jari-jariku dan sambil kuingat kembali tulisan di papan bilboard tadi,”Apakah memang itu adalah Josh yang berusaha mencari aku?”tanyaku dalam hati tanpa bisa mendapatkan kepastian dari jawabanku itu.Akupun bergegas untuk tidur dan berusaha untuk bisa terlelap.
Pagi-pagi hari sekali ketika aku mendapati koran pagi hari ini,sambil menikmati menu sarapan pagiku,kubaca koran itu dan kubuka lembar demi lembar halamannya.Tanpa terasa ada satu headline yang membuat aku tertegun,berjudul ”Sang kekasih berusaha menemukan pasangannya yang hilang”lalu dengan penasaran kubaca kolom berita dibawahnya ”Lisa,aku merindukanmu sayang.Aku harap bisa menemukanmu,tolong temui aku di Sydney Tower tgl 16 Nov jam 12 malam.Tertanda Josh,your love.”.Akupun terkejut membaca berita itu yang sama dengan bilboard yang aku lihat kemarin,apalagi teringat dengan hari ulang tahunku yang akan tiba tiga hari lagi.”Ingin sekali aku menemuinya jika itu memang dia,tapi...”lagi-lagi kurasakan pergumulan di dalam batinku dan sesaat kutatap piano musik pemberian darinya yang kuletakkan di samping foto dirinya.

x x x

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Jumat, 25 Februari 2011

Antara Aku,Bintang,dan Dia( part 1)

Pagi hari yang dingin,di suatu tempat apartemen di Adelaide,Australia sambil menikmati sepiring sandwich untuk sarapan pagiku,kucoba untuk menggunting tiap foto kenanganku bersama dirinya.Kucoba untuk mengatur tanganku agar bisa memotong dengan tepat,setiap kali kucoba berusaha untuk mengaturnya semakin sulit buat aku untuk bisa mengaturnya sesuai yang aku inginkan.Sudah berbutir-butir obat dan pil yang aku minum,tapi tidak bisa menyembuhkan penyakitku.Enam bulan lalu aku baru mengetahui penyakit ini setelah dokter mendiagnosa secara serius penyakitku.
Seringkali aku susah tidur,mengalami nyeri pada punggung,leher,bahu,atau pinggangku dan kadangkala tanganku mengalami tremor atau gemetar secara tiba-tiba.Saat itu aku tahu bahwa ada yang tak beres di tubuhku,dan kuingat bahwa sejarah dalam keluargaku yang pernah terkena penyakit ini ”Parkinson” suatu penyakit saraf yang menyebabkan menurunnya kemampuan bergerak manusia,secara bertahap dan pada akhirnya akan bertambah parah.Tak bisa dipungkiri dan terkejutnya aku ketika harus menerima kenyataan ini di dalam hidupku.
Foto demi foto dirinya aku pajang di setiap dinding kamarku,kuperhatikan senyum,dan wajahnya yang tampan,”Josh sayangku maafkan aku yang telah memutuskan untuk pergi darimu” sejenak ingatanku kembali ketika terakhir kali aku memutuskan untuk berpisah dengan Josh.
“Lisa,please! Sayang,jangan pergi dari aku,aku enggak bisa hidup tanpa kamu honey.” ujar Josh memohon padaku dan terlihat raut mukanya yang sedih dan kecewa setelah mendengar pernyataanku untuk berpisah darinya.
“Maafkan aku sayang,tapi kumohon carilah wanita yang normal.Diluar sana banyak wanita yang lebih cantik dan normal dari aku!” jawab aku dengan mata ingin menangis.
“Jangan karena penyakit ini,kamu memutuskan aku Lis,buat apa kebersamaan kita selama 4 tahun,bukankah kita pernah berjanji untuk selalu bersama ketika ada salah satu dari kita tertimpa masalah?“ ujarnya sambil mengenggam tanganku.
“Saat nanti mungkin ketika penyakit ini bertambah parah,akankah aku bisa mengurusmu suatu saat sebagai kekasihmu,apakah aku bisa memasak untukmu,merapikan bajumu,aku takut tidak bisa menjadi pendamping yang baik untukmu.“ jawab aku dengan air mata mulai menetes di pipiku.
“Sayangku,apapun yang terjadi,aku akan selalu menjagamu,tidak ada satupun wanita yang bisa mengerti diriku selain kamu,kamu adalah semangat buat aku,saat pertama kita bersama aku sudah yakin bahwa engkaulah wanita terbaik didalam hidupku dan tidak ada yang bisa menggantikanmu,siapapun itu orangnya.” ujar Josh berusaha meyakinkan aku sambil menghapus airmataku.
“Tapi sayang…”
“Psttt,Lisa sampai kapanpun aku akan selalu menjagamu bahkan aku akan menggendongmu disaat kamu sudah sulit berjalan,karena aku mencintaimu Lis,sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu.” ujar Josh tiba-tiba memotong ucapanku dan menatapku lekat-lekat dan kulihat keseriusan dari wajahnya.
”Terima kasih Josh”batin aku.
Saat itu tidak ada hal yang lebih membahagiakan selain perkataan Josh yang dengan tulus menyayangiku,tapi aku tahu jika terlalu lama bersamanya maka hanya akan membuat dia menderita dengan keadaan aku ini,maka dengan berat hati akupun memutuskan untuk meninggalkan Josh 2 hari kemudian tanpa berpamitan dengannya,saat itu yang aku inginkan hanyalah agar dia bisa bahagia dan mencari wanita normal yang lebih baik dan bisa membahagiakan dirinya.Akupun memutuskan untuk pergi tanpa meninggalkan pesan apa pun pada Josh, bahkan aku tidak meninggalkan sedikitpun pesan pada teman-temanku,dan keluargaku  telah meninggal 5 tahun yang lalu.Aku cuma berharap dia tidak akan mencari aku.
Sekarang sudah enam bulan lamanya aku telah meninggalkan Josh,butuh enam jam dari Sydney,tempatku dulu bersama Josh menuju Adelaide dan kurasa dia tidak akan menemukan aku.Segala media komunikasi dengannya telah aku tutup rapat-rapat.Tak akan pernah kulupakan wajahnya yang tampan,rambutnya yang selalu dia belah pinggir dan alisnya yang selalu mengernyit setiap kali dia tertawa.Semua hadiah dari dirinya,syal sutra,gelang mutiara,dan satu hadiah yang berkesan di dalam hidup aku,piano musik kecil.Akupun lalu membuka piano kecil itu dan terdengar suara alunan merdu,lagu kenanganku saat kecil.Lagu tersebut sekilas membuka kenanganku kembali,saat bersama Josh.Air matakupun menetes sambil kunyanyikan lagu kesukaanku.
“Twinkle, twinkle, little star,How I wonder what you are.Up above the world so high,Like a diamond in the sky.Twinkle, twinkle, little star,How I wonder what you are”
x x x

“LISAAA….”teriak Josh tiba-tiba mengagetkan lamunanku di serambi rumahku.
“Aduhh Josh jangan teriak-teriak donk,aku lagi baca novel nie”ujar aku sedikit kesal sambil fokus membaca kembali.
“Lisaaa,,taraaaaa,”sahut Josh sambil menyodorkan suatu hadiah dari balik sakunya.
“Ini hadiah untuk kamu Lis,sebuah piano musik kecil.” ujarnya lagi penuh semangat.
Akupun tertegun sekaligus terkejut dengan hadiah yang dia berikan dari balik sakunya,sebuah piano kecil,dengan kedua sisinya yang bergagang perak berkilau.Lalu Josh pun menyuruhku untuk membuka piano kecil itu dan terdengar suara alunan lagu yang selalu aku dengar saat masa kecilku dulu.”Twinkle,twinkle little star..”
“Wahh indah sekali Josh.”ucap aku senang dan terkejut dengan hadiah yang Josh berikan.
“Sayang,bagaimana kamu tahu aku suka lagu ini?”tanya aku.
“Lisa,bukankah kamu pernah bilang saat kamu kecil dulu,ibumu sering menyanyikan lagu ini untukmu dan saat itu kamu sering melihat bintang-bintang dari jendela kamarmu,jadi kamu berharap bisa mendengarnya setiap saat,jadi aku belikan ini untukmu.”
“Terima kasih sayang,”ucap aku terharu dan dengan lembut kukecup pipinya.
“Josh seandainya bisa,aku ingin sekali bisa melihat bintang-bintang bersamamu di tempat yang paling tinggi,aku ingin melihatnya dari atas bangunan yang paling tinggi,aku ingin bisa melihat bintang-bintang itu lebih dekat.” ujarku sambil tersenyum.
“Suatu saat nanti,saat ulang tahunmu yang ke-28 aku janji akan pergi membawamu melihat bintang-bintang itu.”ujar Josh sambil memandang mataku dengan penuh kelembutan.
“Janji yah.” Jawabku dengan penuh semangat.
Lalu kamipun bertautan jari kelingking,tanda janji bersama untuk suatu hari nanti,di saat hari ulang tahunku bersama-sama melihat bintang di langit.
   x x x

Tinn...tinn...
Lamunanku pun buyar ketika mendengar bunyi klakson mobil di belakangku.Dengan perasaan terkejut akupun segera berjalan di samping trotoar.Karena terus melamun aku tidak tahu bahwa aku lagi berada di tengah jalan.Setiap hari aku hanya memikirkan Josh,dan sebenarnya aku merindukannya.Sulit bagiku untuk melupakannya,lagi-lagi aku melamunkan dia,batinku.
Dengan langkah gontai,akupun berjalan menyusuri setiap bangunan di depanku.Hari ini adalah hariku untuk menjalani terapi fisik,untuk mengurangi ketidakseimbangan kaki dan tanganku yang mulai merasakan kaku dan sakit.Bahkan untuk melakukan pekerjaan kecilpun agak sedikit sulit bagi aku untuk melakukannya.Tempat terapiku harus kutempuh dengan kereta api dan memakan waktu perjalanan sekitar 2 jam lamanya.Akupun menunggu di perberhentian kereta api berikutnya.
Sambil menunggu,akupun melihat-lihat sekitarku,kuamati papan iklan sebesar bilboard di depanku,bertuliskan ”Lisa,aku merindukanmu sayang.Aku harap bisa menemukanmu,tolong temui aku di Sydney Tower tgl 16 Nov jam 12 malam.Tertanda Josh,your love.”Dengan lekat kuamati kata-kata itu satu persatu,dengan sedikit bingung dan terkejut,tiba-tiba kurasakan pergumulan dalam hatiku.”Tgl 16Nov bukankah hari menjelang ulang tahunku?”tanyaku dalam hati.
”Josh,josh sayangku,tapi apakah benar dia Josh,pacarku.Seandainya benar aku tidak bisa bertemu lagi dengannya”.Perasaanku campur aduk ketika mendengar pesan itu,ingin rasanya dapat bertemu dengannya,tapi aku tahu bahwa aku ingin dia bahagia,maka itu aku harus melepaskannya.Tanpa sadar air matakupun menetes.
5 menit lamanya bagi aku terus memandangi pesan itu.Dari jauh kudengar suara pengumuman tanda kereta akan tiba.Akupun menyeka kembali airmataku dan kutunggu kereta menuju tempat perberhentianku.Dua jam lamanya menuju tempat terapiku dan sesudah menyelesaikan jadwal terapiku,akupun bergegas kembali ke apartemenku.Tanpa terasa hawa dingin menusuk jari-jariku dan sambil kuingat kembali tulisan di papan bilboard tadi,”Apakah memang itu adalah Josh yang berusaha mencari aku?”tanyaku dalam hati tanpa bisa mendapatkan kepastian dari jawabanku itu.Akupun bergegas untuk tidur dan berusaha untuk bisa terlelap.
Pagi-pagi hari sekali ketika aku mendapati koran pagi hari ini,sambil menikmati menu sarapan pagiku,kubaca koran itu dan kubuka lembar demi lembar halamannya.Tanpa terasa ada satu headline yang membuat aku tertegun,berjudul ”Sang kekasih berusaha menemukan pasangannya yang hilang”lalu dengan penasaran kubaca kolom berita dibawahnya ”Lisa,aku merindukanmu sayang.Aku harap bisa menemukanmu,tolong temui aku di Sydney Tower tgl 16 Nov jam 12 malam.Tertanda Josh,your love.”.Akupun terkejut membaca berita itu yang sama dengan bilboard yang aku lihat kemarin,apalagi teringat dengan hari ulang tahunku yang akan tiba tiga hari lagi.”Ingin sekali aku menemuinya jika itu memang dia,tapi...”lagi-lagi kurasakan pergumulan di dalam batinku dan sesaat kutatap piano musik pemberian darinya yang kuletakkan di samping foto dirinya.

x x x

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Toelcake souvenir Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipietoon Blogger Template Image by Online Journal